Skip to main content

#CERITA SAMPINGAN - Minta Tolong !

Yang ada dibenak pasti acara "Reality Show" di salah satu stasiun televisi nasional, tapi emang itu sih yang pengen gw omongin. Dari beberapa episode -ceiile, emang ada tulisan episodenyah? ngalahin cinta fitri aje dah- intunya mah sama aja, orang susah yang pengen sesuatu yang lebih baik walaupun hanya untuk satu kali. Biasanya minta barter atau menjual sesuatu. Nah kalo diperhatikan, kenapa yah, padahal yang minta tolong orang susah, tapi yang nolong juga orang susah ??
sampe-sampe kalo nonton, gw terharu sendirian dan bertanya-tanya mengapa bisa begitu. Terus, si pahlawan -gw bingung mau nyebut pake istilah apa buat si penolong- kalo ditanya, "kenapa mau nolongin?" jawabannya pasti cuma, "kasihan"
Tambah bingung dah gw. Padahal keadaan si peminta tolong -yang muter-muter cari pertolongan- sama pahlawannya, sama-sama susah bin melarat.

TAKJUB deh gw sama mereka karena bisa membuat gw berpikir;
"apa orang-orang mampu udah gak peduli sama mereka?"
"atau kita terlalu takut ditipu"
yeeee pokoknya pertanyaan-pertanyaan sejenisnyalah -gw jd lupa tiba-tiba karena konsentrasi terpecah :p-

tapi hal yang gw pelajari -ini versi gw yah-
mereka punya sesuatu hal yang mendorong hati untuk membantu sesamanya -sesamanya itu yang senasib dan sepenanggungan gitu yah-
Terenyuh deh gw ngeliatnya. Dan rasanya, memang itulah sasaran dan harapan pembuat acara. Bagi-bagi rezeki untuk mereka yang membutuhkan.
Makanya, selama lo -para penonton setia Minta Tolong!- pasti gak pernah liat orang kaya yang dapet rejeki nomplok. Kalopun ada orang yang maksa mau nolongin, sama tim lapangannya, lewat halo-halo -apalah itu namanya yang kyk mic- pasti si peminta tolong langsung disuruh pergi ataupun mengabaikan panggilan yang mau nolongin karena yang mau nolongin gak ikhlas dan mengharapkan hadiah dari acara tersebut.

Yaaa mudah-mudahan, kita terketuk pintu hantinya untuk membantu sesama. Bantuin juga gak mesti materi (baca: duit), tapi juga yang lain. Walaupun kecil, tapi Insya Allah balasannya besar dan setimpal dengan amal perbuatan yang kita lakukan dan keikhlasan hati.

Comments

Popular posts from this blog

#TentangBrunei: Belanja Oleh-oleh di Brunei

Assalamu'alaikum, Bagian tersulit dari perjalanan kali ini adalah cari oleh-oleh. Sebenarnya aku sudah memulai mengurangi belanja oleh-oleh untuk orang lain, pengecualian ke teman dekat dan tim kerja yang kelimpahan pekerjaanku saat aku cuti. Kalau untuk diri sendiri aku masih suka beli. Minimal, magnet kulkas atau tumbler  Starbucks geographic series. Tapi karena salah satu temanku ini sangat suka membeli oleh-oleh, jadi kami harus banget beli oleh-oleh. Bagi (kebanyakan) orang Indonesia, memberikan oleh-oleh untuk orang-orang terdekat setelah melakukan perjalanan atau liburan menjadi semacam kewajiban. Selama di Brunei cukup bingung mencari toko yang menjual souvenir dengan ciri khas Brunei. Bahkan mencoba googling pun, menurutku hasilnya kurang memuaskan. Setelah bertanya ke pemilik apartemen, kami diarahkan ke toko Happy Star Brunei Souvenir Shop yang berada di daerah Gadong. Di sini kalian bisa menemukan gantungan kunci, magnet hiasan kulkas, hiasan meja dari akrili...

Lampung, Way Kambas, dan Cerita Tentang Gajah

Hari kedua di Lampung. Kami sudah janjian dengan pak Tino untuk dijemput pukul 08:00 dan langsung menuju Way Kambas. Sekitar pukul 08:30, setelah sarapan di penginapan, kami langsung checkout dan berangkat ke Way Kambas. Perjalanan yang di tempuh cukup atau mungkin sangat jauh. Kurang lebih 110 km dari Bandar Lampung atau sekitar 2-3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, jalan tak selalu mulus. Ya sebelum berangkat ke Lampung, saya membaca beberapa tulisan yang menyayangkan kondisi jalan menuju tempat wisata di Lampung. Padahal potensi wisata di Lampung cukup banyak. ketemu gajah dan mahout saat menuju TNWK Sekitar pukul 11:00, kami sampai di gerbang masuk. Kami harus membayar Rp30.000 untuk tiket masuk berdua (driver sering kali tidak dikenakan tiket masuk tempat pariwisata, kecuali mobil tetap bayar). Memasuki Taman Nasional Way Kambas, ditengah perjalanan kami melihat sekumpulan monyet di pinggir jalan. Sepertinya merek berharap pengunjung yang lewat memberinya makanan. ...

#TentangBrunei: Kulineran di Pasar Gadong

Assalaimu'alaikum, Hayooo ngaku, kalau bepergian ke tempat yang baru, kuliner lokal pasti masuk daftar "hal yang harus dilakukan ketika di xxx" kan? Tempat pertama yang aku datangi ketika sampai di Brunei adalah Pasar Gadong. Kebetulan karena sudah mendekati waktu berbuka puasa, jadi sekalian saja langsung ke pasar. Ku kira suasananya akan seperti di Jakarta yang akan penuh menjelang berbuka. Ternyata tidak! Ramainya tetap layak macam pasar kaget atau bazaar Ramadhan, tapi penuh sesaknya tak sama. Kalian masih bisa berkeliling pasar, tanpa berdesakan dan membeli makanan dan minuman tanpa takut soldout . Di Pasar Gadong kalian bisa coba kuliner khas Brunei, terutama untuk street food dan quick bites ya. Untuk jajan pasar seperti kue basah, variannya sama seperti yang ditemukan di pasar tradisional di Indonesia. Hanya nama dan penyebutannya yang berbeda. Untuk harga, menurutku masih 11:12 lah dengan harga di Indonesia. Ketika berkunjung ke Brunei jan...