Skip to main content

O SOLE MIO

Sebuah lagu berbahasa Napoli yang sangat terkenal dan ditulis pada tahun 1898. Lirik lagu ini ditulis oleh Giovanni Capurro dan melodinya digubah oleh Eduardo di Capua. Artinya "Matahariku".
klik disini buat tau lebih jauh soalnya gw bukan mau ngomongin itu.

Kan sekarang gw jadi anak rantauan di kota Solo, seneng banget deh waktu ada teman yang mau diajak macem-macem. Suatu malam, kita kelaparan dan si Ami tiba-tiba inget ada restoran yang dari luar telihat unik. Dengan modal perut keroncongan, datanglah kita ke restoran tersebut.

Range harga buat kantong mahasiswa rantauan plus ngekost bisa dibilang gak murah alias mahal. Tapiiii, dengan PDnya kita tetep makan disana dengan millih pizza ukuran keluarga, dua jenis pasta, dan tiga macam minuman yang berbeda. Begitu makanan datang, JENG JENG . . . . . , GWEDEEEEE BANGET ITU PIZZAAAAA !!!hoh, pizza nya segono. ini karena di foto aja jdnya keciiiiil. Kalo liat aslinya, megap-megap kaget dah.

bukti lain tentang kebesaran pizza tersebut. ada lagi nih. ampe ngiler dah pengen buru-buru dimakan itu pizza.mantep yah. dijamin kenyang bin kblengerlah makan itu. Tapi enak banget!!! Bener-bener pizza Italia. Tipis, garing, dan dibuatnya pake tungku jaman dulu gitu. kita bisa liat proses pembuatannya juga lhoo. Makanya sambil nunggu pizza mateng, jadi gak bosen karena bisa liat keahlian si chef buat pizza.
Sembari nunggu pizza jadi, kita dikasih snack. Kayaknya sih Nachos pake saus apalah itu gw gak tau namanya. Tapi tetep aja juara! Gak lama, pasta yang kita pesen dateng deh.Yiiihhhaaaaaa, yummy!yang ini Lasagna, pesenan gw sama ami. Enak banget lho (menurut gw) karena dimasak gak terlalu mateng jadi gak terlalu lembek dimulut dan disajikan pake roti Perancis. Isinya, gak cuma daging, tapi diseling sama sayuran dan sausnya juga gak terlalu asem. Cocoklah buat kita bertiga yang lagi kelaperan. Jadi gak perlu takut bakal sakit perut.yang ini Fettucini, tapi udah dikuasai sama yang pesen. ini juga enak. Apalagi sausnya :9 itu Fettucini hijau. Kayaknya yang dibuat dari bayam deh. Baru kali itu gw makan yang bukan dari gandum atau tepung atau apapunlah. Kata Emir, "Sumpah enak banget sausnya." dan ada kata-kata dia yang intinya itu saus pengen dia abisin, tapi malu. (itu mah lu aja yang emang kelaperan mir).

udah selesai makan, abadikan momen dulu dong. kapan lagi dan makan makanan enak plus ditempat bagus. hihi
puas banget dan gak nyesel pernah kesana. Bahkan pengen kesana lagi !!!

Comments

Popular posts from this blog

Lampung, Way Kambas, dan Cerita Tentang Gajah

Hari kedua di Lampung. Kami sudah janjian dengan pak Tino untuk dijemput pukul 08:00 dan langsung menuju Way Kambas. Sekitar pukul 08:30, setelah sarapan di penginapan, kami langsung checkout dan berangkat ke Way Kambas. Perjalanan yang di tempuh cukup atau mungkin sangat jauh. Kurang lebih 110 km dari Bandar Lampung atau sekitar 2-3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, jalan tak selalu mulus. Ya sebelum berangkat ke Lampung, saya membaca beberapa tulisan yang menyayangkan kondisi jalan menuju tempat wisata di Lampung. Padahal potensi wisata di Lampung cukup banyak. ketemu gajah dan mahout saat menuju TNWK Sekitar pukul 11:00, kami sampai di gerbang masuk. Kami harus membayar Rp30.000 untuk tiket masuk berdua (driver sering kali tidak dikenakan tiket masuk tempat pariwisata, kecuali mobil tetap bayar). Memasuki Taman Nasional Way Kambas, ditengah perjalanan kami melihat sekumpulan monyet di pinggir jalan. Sepertinya merek berharap pengunjung yang lewat memberinya makanan. ...

#TentangBrunei: Belanja Oleh-oleh di Brunei

Assalamu'alaikum, Bagian tersulit dari perjalanan kali ini adalah cari oleh-oleh. Sebenarnya aku sudah memulai mengurangi belanja oleh-oleh untuk orang lain, pengecualian ke teman dekat dan tim kerja yang kelimpahan pekerjaanku saat aku cuti. Kalau untuk diri sendiri aku masih suka beli. Minimal, magnet kulkas atau tumbler  Starbucks geographic series. Tapi karena salah satu temanku ini sangat suka membeli oleh-oleh, jadi kami harus banget beli oleh-oleh. Bagi (kebanyakan) orang Indonesia, memberikan oleh-oleh untuk orang-orang terdekat setelah melakukan perjalanan atau liburan menjadi semacam kewajiban. Selama di Brunei cukup bingung mencari toko yang menjual souvenir dengan ciri khas Brunei. Bahkan mencoba googling pun, menurutku hasilnya kurang memuaskan. Setelah bertanya ke pemilik apartemen, kami diarahkan ke toko Happy Star Brunei Souvenir Shop yang berada di daerah Gadong. Di sini kalian bisa menemukan gantungan kunci, magnet hiasan kulkas, hiasan meja dari akrili...

FLASHBACK - End of 2015, the journey begin

Agak flashback ke akhir 2015 sebentar ya. Alhamdulillah pertengahan 2015, gue pulang ke Ibukota dan sudah berganti status dari mahasiswa menjadi pemcari kerja. Alhamdulillah juga dikasih kesempatan buat bantu-bantu Pak Asep di sebuah proyek, tapi belum benar-benar selesai gue pindah lagi ke tempat kerja yang lain di daerah Slipi. Di tempat kerja yang baru suasananya santai. Tipe generasi milenial. Walaupun begitu, kerjanya kerja rodi. Bersyukurnya adalah .... punya teman-teman dan merasakan pengalaman baru!! Ada beberapa teman yang sampai saat ini justru menjadi sangat dekat. Alasan bisa dekat? Karena sama-sama ter-bully...