Skip to main content

We Meet Again, YEAY !

Tanggal 23, gw janjian sama Miftah dan teman-teman SD yang lain. Seperti biasa, mengumpulkannya sangat susah dan berujung di Mall Kelapa Gading (MKG) hanya untuk makan sambil ngobrol-ngobrol mengenang masa lalu. Rasanya sunggunh capek rahang ini karena ketawa terus inget kejadian lucu masa kecil selama 6 tahun.

ki-ka: Miftah (FK Unand), Nadia (Komunikasi YAI), Maya (Akuntansi UNS), Dara (Teknik Industri Telkom), Dina (Manajemen Transport Trisakti), Damara (Teknik Elektro UI), Ilham (Teknik Mesin ASTRA)

Tamu istimewa kali ini Miftah. hehe kalo kata Damara, "gila udah 10 tahun gak ketemu". Karena Miftah ambil kedokteran di Universitas Andalas, jadi jarang bisa pulang dan libur panjang.



Sayangnya kebersamaan kita hanya sampai jam 5 sore. Jadi dia gak sempet ketemu sama Uti dan Randi. Tapiii, yang lain tetep lanjut nih ketemu dua orang yang paling telat dateng.

Randi, Putri (Binus)
Emang deh dua orang ini agak merepotkan dan ujung-ujungnya minta ditemenin makan.Alasannya belom makan dari pagi. Alhasil, kita masuk resto lagi daaaaaaaann ngobrol lagiii !!!


Comments

Popular posts from this blog

Lampung, Way Kambas, dan Cerita Tentang Gajah

Hari kedua di Lampung. Kami sudah janjian dengan pak Tino untuk dijemput pukul 08:00 dan langsung menuju Way Kambas. Sekitar pukul 08:30, setelah sarapan di penginapan, kami langsung checkout dan berangkat ke Way Kambas. Perjalanan yang di tempuh cukup atau mungkin sangat jauh. Kurang lebih 110 km dari Bandar Lampung atau sekitar 2-3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, jalan tak selalu mulus. Ya sebelum berangkat ke Lampung, saya membaca beberapa tulisan yang menyayangkan kondisi jalan menuju tempat wisata di Lampung. Padahal potensi wisata di Lampung cukup banyak. ketemu gajah dan mahout saat menuju TNWK Sekitar pukul 11:00, kami sampai di gerbang masuk. Kami harus membayar Rp30.000 untuk tiket masuk berdua (driver sering kali tidak dikenakan tiket masuk tempat pariwisata, kecuali mobil tetap bayar). Memasuki Taman Nasional Way Kambas, ditengah perjalanan kami melihat sekumpulan monyet di pinggir jalan. Sepertinya merek berharap pengunjung yang lewat memberinya makanan. ...

#TentangBrunei: Belanja Oleh-oleh di Brunei

Assalamu'alaikum, Bagian tersulit dari perjalanan kali ini adalah cari oleh-oleh. Sebenarnya aku sudah memulai mengurangi belanja oleh-oleh untuk orang lain, pengecualian ke teman dekat dan tim kerja yang kelimpahan pekerjaanku saat aku cuti. Kalau untuk diri sendiri aku masih suka beli. Minimal, magnet kulkas atau tumbler  Starbucks geographic series. Tapi karena salah satu temanku ini sangat suka membeli oleh-oleh, jadi kami harus banget beli oleh-oleh. Bagi (kebanyakan) orang Indonesia, memberikan oleh-oleh untuk orang-orang terdekat setelah melakukan perjalanan atau liburan menjadi semacam kewajiban. Selama di Brunei cukup bingung mencari toko yang menjual souvenir dengan ciri khas Brunei. Bahkan mencoba googling pun, menurutku hasilnya kurang memuaskan. Setelah bertanya ke pemilik apartemen, kami diarahkan ke toko Happy Star Brunei Souvenir Shop yang berada di daerah Gadong. Di sini kalian bisa menemukan gantungan kunci, magnet hiasan kulkas, hiasan meja dari akrili...

FLASHBACK - End of 2015, the journey begin

Agak flashback ke akhir 2015 sebentar ya. Alhamdulillah pertengahan 2015, gue pulang ke Ibukota dan sudah berganti status dari mahasiswa menjadi pemcari kerja. Alhamdulillah juga dikasih kesempatan buat bantu-bantu Pak Asep di sebuah proyek, tapi belum benar-benar selesai gue pindah lagi ke tempat kerja yang lain di daerah Slipi. Di tempat kerja yang baru suasananya santai. Tipe generasi milenial. Walaupun begitu, kerjanya kerja rodi. Bersyukurnya adalah .... punya teman-teman dan merasakan pengalaman baru!! Ada beberapa teman yang sampai saat ini justru menjadi sangat dekat. Alasan bisa dekat? Karena sama-sama ter-bully...