Skip to main content

Cerita saya - PART 2

OK !
Ini adalah lanjutan cerita di akhir Desember lalu . . .

Pada tanggal 23 Desember 2009 yang lalu, tepat sebelum pulang, kosan gw mati lampuuuu !!! Yassalaaaaaaammm mesak'e men deeeehh :(
Oiya, ini yang pengen gw ceritakan :

Sebelumnya, gw ceritakan dulu kronologisnya. Sore hari, gw pulang ke Jakarta diantar pacar tercinta sampai di Stasiun Jebres. Karena tukang londri pada tutup, walhasil itu cucian dibawa sama Ryan.
Eh, eh, masa kata Nandhya, adegan gw sama rya udah kayak film kuch kuch hota hai. Heem heem heeeeeemm tuh anak mupeng ternyata. Wakakakakakakakakakakakakakak
Tiba-tiba, selewat Jogja, masuknya sebuah pesan di HP saya.

18.09 - Ryan : Syg, td baju kamu th ktggalan di toilet stasiun..Aku bru inget pas lewat kost kamu, utg ada taxi aku lgsung ngibrit k stasiun lg..Utg bju kamu msh ada!

Maya : aku lemes banget baca sms kamu

18.26 - Ryan : Apalg akunya..

Maya : ya ampun, uang kamu abis dong?

18.26 - Ryan : 21rb bolak balik huaah..Goblokbgt dh aku

Sungguh mengkhawatirkan. Yang dikhawatirkan bukanlah uang Ryan, tapi bajoekoe(laundry). Hadeeeeeeehhh, baju lungsuran mama semua tuh. Ntar ada yang ngamuk kalo tuh baju menghilang.





yak sekiaaaaan

Comments

Popular posts from this blog

Lampung, Way Kambas, dan Cerita Tentang Gajah

Hari kedua di Lampung. Kami sudah janjian dengan pak Tino untuk dijemput pukul 08:00 dan langsung menuju Way Kambas. Sekitar pukul 08:30, setelah sarapan di penginapan, kami langsung checkout dan berangkat ke Way Kambas. Perjalanan yang di tempuh cukup atau mungkin sangat jauh. Kurang lebih 110 km dari Bandar Lampung atau sekitar 2-3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, jalan tak selalu mulus. Ya sebelum berangkat ke Lampung, saya membaca beberapa tulisan yang menyayangkan kondisi jalan menuju tempat wisata di Lampung. Padahal potensi wisata di Lampung cukup banyak. ketemu gajah dan mahout saat menuju TNWK Sekitar pukul 11:00, kami sampai di gerbang masuk. Kami harus membayar Rp30.000 untuk tiket masuk berdua (driver sering kali tidak dikenakan tiket masuk tempat pariwisata, kecuali mobil tetap bayar). Memasuki Taman Nasional Way Kambas, ditengah perjalanan kami melihat sekumpulan monyet di pinggir jalan. Sepertinya merek berharap pengunjung yang lewat memberinya makanan. ...

#TentangBrunei: Belanja Oleh-oleh di Brunei

Assalamu'alaikum, Bagian tersulit dari perjalanan kali ini adalah cari oleh-oleh. Sebenarnya aku sudah memulai mengurangi belanja oleh-oleh untuk orang lain, pengecualian ke teman dekat dan tim kerja yang kelimpahan pekerjaanku saat aku cuti. Kalau untuk diri sendiri aku masih suka beli. Minimal, magnet kulkas atau tumbler  Starbucks geographic series. Tapi karena salah satu temanku ini sangat suka membeli oleh-oleh, jadi kami harus banget beli oleh-oleh. Bagi (kebanyakan) orang Indonesia, memberikan oleh-oleh untuk orang-orang terdekat setelah melakukan perjalanan atau liburan menjadi semacam kewajiban. Selama di Brunei cukup bingung mencari toko yang menjual souvenir dengan ciri khas Brunei. Bahkan mencoba googling pun, menurutku hasilnya kurang memuaskan. Setelah bertanya ke pemilik apartemen, kami diarahkan ke toko Happy Star Brunei Souvenir Shop yang berada di daerah Gadong. Di sini kalian bisa menemukan gantungan kunci, magnet hiasan kulkas, hiasan meja dari akrili...

FLASHBACK - End of 2015, the journey begin

Agak flashback ke akhir 2015 sebentar ya. Alhamdulillah pertengahan 2015, gue pulang ke Ibukota dan sudah berganti status dari mahasiswa menjadi pemcari kerja. Alhamdulillah juga dikasih kesempatan buat bantu-bantu Pak Asep di sebuah proyek, tapi belum benar-benar selesai gue pindah lagi ke tempat kerja yang lain di daerah Slipi. Di tempat kerja yang baru suasananya santai. Tipe generasi milenial. Walaupun begitu, kerjanya kerja rodi. Bersyukurnya adalah .... punya teman-teman dan merasakan pengalaman baru!! Ada beberapa teman yang sampai saat ini justru menjadi sangat dekat. Alasan bisa dekat? Karena sama-sama ter-bully...