Skip to main content

Finally, Bali #1

Aku sudah jalan kemana-mana tapi belum pernah ke Bali. Hmm, sebenarnya gak aneh. Hanya saja, sedari dulu Bali tuh sudah terkenal dengan wisatanya. Jadi, mungkin cukup aneh kalau sudah pernah jalan-jalan ke tempat lain (yang mungkin pariwisatanya baru hits), tapi belum pernah ke Bali (yang jelas-jelas wisatanya udah hits).

Akhirnya berkesempatan ke Bali selama 6 hari !
Iya, 6 hari !
Terus, ngapain aja di sana?
Ah, ya.. ini jalan-jalan santai yah and I didn't expect too much abouth this trip. Ya, aku ikut trip karena diajak teman yang memang janjian sama teman-temannya kumpul di Bali dan dia inget aku belum pernah ke Bali, jadi diajak. Teman-temannya pun ok aku join mereka.


#1

Kamis, 4 Oktober 2018

Gak perlu cerita panjang lebar tentang drama ke bandara yah..
Mending langsung cerita jalan-jalannya biar seru!

Sampai di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, temanku bilang kalo ada satu spot, semacam gapura yang biasa jadi lokasi foto buat orang-orang yang sampai di Bali. And yeah, kita menemukannya (karena memang hanya itu jalan menuju arrival hall). Kita foto-foto di sana dan samar-samar Garuda Wisnu Kencana yang menjulang tinggi pun terlihat. Cukup lama kita stay di sana. Foto-fotonya sih cuma sebentar, tapi teman saya ketangkep terus buat fotoin orang-orang 😅 Akhirnya bagasi kami pun masuk ke bagian lost and found.



Tujuan pertama setelah mendarat adalah makan siang! Tapi, yang jemput emang sengaja siang. Alasannya, biar hitungan sewa mobil sampai siang. Sambil nunggu, yaa foto-foto lagi. lol~
Makan siang di Nook. Restonya di pinggir sawah. Sayangnya pas kita ke sana, sawahnya sudah menguning dan sudah panen. Jadi mulai terlihat botak. Sudah kenyang? lanjut lihat-lihat restorannya karena kece banget! Yaa, sekalian foto-foto laaaahh..








Tujuan kedua, Garuda Wisnu Kencana.
Nah, ini yang selali bikin penasaran. Dari namanya, dipikiranku tuh harusnya Wisnu menunggangi Garuda. Nyatanya, aku merasa patung Wisnu belum jadi karena gak punya tangan atau Garuda hanya kepalanya aja, gak ada sayapnya. Ternyata, patung utamanya memang belum jadi. Aku cukup beruntung ketika ke sana, patung utamanya udah jadi ! Gedeeee, dari beberapa tempat bisa keliatan samar-samar. Tapi-tapi, patung Garuda dan Wisnu yang belum jadi masih ada. Mungkin maksudnya itu sebagai detail kalau orang mau lihat dari dekat karena gak mungkin banget manjat patung utama yang tinggi.





Tujuan ketiga, Parachute.
Temanku janjian kumpul sama teman-temannya dan aku jadi pelengkap dooong..
Hahaha seru bisa kenal sama orang baru. Selama kumpul, aku jadi pendengar setia aja sambil foto-foto tempatnya. Tempatnya asyik, cuma pas kami ke sana malam hari cahayanya remang-remang, tapi emang asyik buat ngobrol santai. Pelayanannya pun ramah dan helpful.




Comments

Popular posts from this blog

#TentangBrunei: Belanja Oleh-oleh di Brunei

Assalamu'alaikum, Bagian tersulit dari perjalanan kali ini adalah cari oleh-oleh. Sebenarnya aku sudah memulai mengurangi belanja oleh-oleh untuk orang lain, pengecualian ke teman dekat dan tim kerja yang kelimpahan pekerjaanku saat aku cuti. Kalau untuk diri sendiri aku masih suka beli. Minimal, magnet kulkas atau tumbler  Starbucks geographic series. Tapi karena salah satu temanku ini sangat suka membeli oleh-oleh, jadi kami harus banget beli oleh-oleh. Bagi (kebanyakan) orang Indonesia, memberikan oleh-oleh untuk orang-orang terdekat setelah melakukan perjalanan atau liburan menjadi semacam kewajiban. Selama di Brunei cukup bingung mencari toko yang menjual souvenir dengan ciri khas Brunei. Bahkan mencoba googling pun, menurutku hasilnya kurang memuaskan. Setelah bertanya ke pemilik apartemen, kami diarahkan ke toko Happy Star Brunei Souvenir Shop yang berada di daerah Gadong. Di sini kalian bisa menemukan gantungan kunci, magnet hiasan kulkas, hiasan meja dari akrili...

Lampung, Way Kambas, dan Cerita Tentang Gajah

Hari kedua di Lampung. Kami sudah janjian dengan pak Tino untuk dijemput pukul 08:00 dan langsung menuju Way Kambas. Sekitar pukul 08:30, setelah sarapan di penginapan, kami langsung checkout dan berangkat ke Way Kambas. Perjalanan yang di tempuh cukup atau mungkin sangat jauh. Kurang lebih 110 km dari Bandar Lampung atau sekitar 2-3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, jalan tak selalu mulus. Ya sebelum berangkat ke Lampung, saya membaca beberapa tulisan yang menyayangkan kondisi jalan menuju tempat wisata di Lampung. Padahal potensi wisata di Lampung cukup banyak. ketemu gajah dan mahout saat menuju TNWK Sekitar pukul 11:00, kami sampai di gerbang masuk. Kami harus membayar Rp30.000 untuk tiket masuk berdua (driver sering kali tidak dikenakan tiket masuk tempat pariwisata, kecuali mobil tetap bayar). Memasuki Taman Nasional Way Kambas, ditengah perjalanan kami melihat sekumpulan monyet di pinggir jalan. Sepertinya merek berharap pengunjung yang lewat memberinya makanan. ...

#TentangBrunei: Kulineran di Pasar Gadong

Assalaimu'alaikum, Hayooo ngaku, kalau bepergian ke tempat yang baru, kuliner lokal pasti masuk daftar "hal yang harus dilakukan ketika di xxx" kan? Tempat pertama yang aku datangi ketika sampai di Brunei adalah Pasar Gadong. Kebetulan karena sudah mendekati waktu berbuka puasa, jadi sekalian saja langsung ke pasar. Ku kira suasananya akan seperti di Jakarta yang akan penuh menjelang berbuka. Ternyata tidak! Ramainya tetap layak macam pasar kaget atau bazaar Ramadhan, tapi penuh sesaknya tak sama. Kalian masih bisa berkeliling pasar, tanpa berdesakan dan membeli makanan dan minuman tanpa takut soldout . Di Pasar Gadong kalian bisa coba kuliner khas Brunei, terutama untuk street food dan quick bites ya. Untuk jajan pasar seperti kue basah, variannya sama seperti yang ditemukan di pasar tradisional di Indonesia. Hanya nama dan penyebutannya yang berbeda. Untuk harga, menurutku masih 11:12 lah dengan harga di Indonesia. Ketika berkunjung ke Brunei jan...